Minggu, 02 Desember 2007

MENGGAPAI CINTA YANG TIDAK PERNAH DATANG

oleh: Sahruddin_lubis@yahoo.com

KISAH HIDUP PEJUANG YANG JADI PENGEMIS DAN AKHIRNYA DIPAKSA UNTUK BERHENTI MENGEMIS DAN HARAPAN CINTANYA YANG GA KESAMPAIN

KISAH SINGKAT SEORANG PEJUANG DAN CINTA YANG GA KESAMPAIAN

Oleh: Pejuang Yang Jadi Pengemis Cinta yang di telantarkan

Kisah ini adalah gambaran betapa kekuatan cinta yang dimiliki seseorang terhadap perempuan bisa mental ditengah jalan karena cinta yang berjalan adalah cinta terlarang.

Kisah tragis ini terjadi bermula dari ketika seorang anak manusia mempunyai janji untuk ketemu dengan temannya disalah satu kota nan sejuk dan eksotis dan selalu mengundang setiap orang untuk bertandang karena disamping hawanya yang sejuk suasananya sedikir berbeda dari hiruk pikuk yang terjadi di ibukota. Malam itu dia berangka ke bogor setelah selesai sholat magrib dan menumpang kreta yang agak sepi karena memang malam itu adalah malam minggu. Orang sudah pulang kerja lebih awal tidak seperti hari-hari biasanya mulai dari sore sampai malam masih penuh kreta, kebetulan hari itu adalah hari sabtu orang pulang lebih awal. Sesampainya di stasiun lenteng agung tidak berapa lama kemudian kreta arah ke bogor datang, kebetulan agak sepi, apalagi waktu itu ditempat masinis bagian belakang kosong, saya sengaja menempati ruang itu mengingat akan lebih sepi dan tidak terganggu oleh ulah orang lain yang bisasanya bikin pusing ada yang merokok, buang sampah semabarang yang masih tradisi dan kebiasaan buruk yang masih berlanjut.

Kreta perlahan-lahan melaju menuju kota akhir dari pemberhentian kreta kota yang mengangumkan yang dipenuhi gadis-gadis cantik dan orang tidak akan bosan untuk kesana. Perjalanan tidak memakan waktu yang cukup lama walaupun rata-rata kreta yang beroperasi sudah mempunyai umur yang cukup tua dan sering mogok yang membuat orang jadi pusing tujuh keliling karena orang akan terlambat masuk kerja. Dan setiap pagi kreta yang melaju dari dari bogor akan penuh dijejali orang mau kerja dan berdagang ke Jakarta begitu juga sebaliknya pada sore hari sampai larut malam kreta dijejeli banyak penumpang yang pulang dan capek kerja seharian.

Singkat cerita kreta malam itu sampai di bogor, sentuhan udara dan rasa yang berbeda langsung terasa ketika menginjakkan kaki keluar dari kreta, hawa yang dingin langsung menusuk kulit dan keluar dari stasiun langsung menuju tempat tujuan di salah satu pusat perbelanjaan modern dikota bogor, tempat dimana para muda-mudi membuat janji dan kemudian memadu kasih. Hari itu dia bukan mau memadu kasih atau ketemuan sama orang yang dikasihi, tapi mau ketemu teman yang sangat dirindukan, teman bermain dikala kecil, teman sekolah zaman dulu bangat di kampung dimana meraka sama-sama dilahirkan dan dibesarkan, dan kemudian sesudah besar sama-sama mengadu nasih dikota yang sedikit banyak memberikan janji, kota besar, dia tinggal di kota bogor sebagai orang yang menjalankanusaha sendiri seperti kebanyakan dari kampung saya merantau kebogor, berbekal pendidikan yang rendah dan seadanya rata-rata orangkampung saya mengadu nasih dikota-kota besar ada yang gagal dan kenyakan berhasil dan mereka bangga bisa membahgiakan orangtua, tidak bergantung sama orang tua.

Saya termasuk yang berbeda dari kebanyakan teman-teman saya waktu kecil, awalnya memang saya bercita-cita masuk pesanteran dan diharapkan nanti setelah lulus akan masuk universitas al azhar kairo seperti cita-cita ku waktu kecil dan juga harapan orang tuaku. Aku ingin menjadi orang yang sedikit berguna bagi masyarakat, seperti masyarakat daerah saya pada umumnya dimana orang-orang lulusan timur tengah begitu di hargai dan mendapat tempat mata masyarakat.

Saya bangga hidup didaerah saya yang begitu religius dan walaupun tinggal dipedesaan, saya masih ingat waktu kecil betapa enaknya hidup ini, pagi-pagi bagun shalat subuh kita akan mendengar suara ngaji bersahut-sahutan dari setiap rumah dan setelah sholat magrib akan kita dengar hal yang sama. Betapa bangganya saya sama masyarakat saya, begitu anak perempuan dewasa maka akan dengan senidrinya mempunyai pakaian yang berbeda dari masa kecilnya, kedewasaan seseorang gadis akan dilengkapi dengan jilbab dikepala atau minimal dia kan malu kalau ga nutup kepala. Dan anak-anak laki-laki akan pakai topi putih.

Memang orang daerah saya lebih suka menyekolahkan anaknya ke pesanteran dari pada sekolah umum karena dengan alas an sederhana dan kelihatanya masuk akal , saya hanya berharapanak saya mengerti agama, memang di daerah saya banyak sekali pesanteran dan orang akan lebih cenderung sekolah ke pesantren , bahkan sebelum lulus SD sebagian besar orang sekolah dua kali, pagi sekolah SD sore sekolah madrasah . saya melakukan itu, berbekal saya merasa mumpuni di bidang agama, terbukti di sekolah SD dan Madrasah saya selalu mendapat juara satu dan karena teladan dari guru-guru yang mengajar di madrasah maka saya berkomitmen masuk pesantren.

Singkat cerita selesai SD ternyata saya ga jadi masuk pesantren tapi masuk SMP yang agak dekat denga kampung walapun berjalan tiap hari lebih dari dua kilo melewati hutan kebun yang sering dilewati harimau, tapi itu sudah menjadi keseharian saya dan saya sangat menikmati itu semua. Dan kehidupan mandiri saya jalankan dan selama SMP saya teap menjadi siswa yang beprestasi.

Selulusnya SMP saya melanjutkan sekolah SMA disalah satu SMA favorit dan ngetop dikota ku yang jaraknya sekitar 100 kilometer dari kampungku yang tidak meungkingkan pulang maka aku mngekost dan untuk pertama kalinya ngekost dalam hidup dan mandiri sepenuhnya walapun mulai dari kecil saya udah biasanya nyuci pirin dan pakean sendiri dan masak buat keluarga, jadi bukan merupakan masalah yang besar bagi saya untuk hidup sendiri, saya tinggal bersama saydara jauh yang sudah duluan tinggal dan sekolah tsanawiyah dikota tersebut dan kost bersama mahasiwa-mahasiwa. Untungnya pola piker kita terasah karena bisa ngomong sama mahasiswa dan baca-buku-buku tarap mahasiwa, makanya ketika pertama kali saya ke Jakarta paman saya heran kepa kok ini anak SMA kok sudah baca buku filsafat, psikolo lain-lain.

Selama SMA saya termasuk siswa yang menonjol dan masuk kelas plus dan favorit di sekolah tersebut dan selama sekolah SMA saya aktif di Rohis dan memimpin ROHis se Kotaku dimana siwa-siwa brilian dan pintas ngumpul. Diakhir SMA saya nyoba selesi akademik untuk psikologi di Universitas Diponegoro Semarang tapi saying saya ga keterima.

Akhirnya kaku putuskan untuk ngambil kuliah di bandung dengan harapan masuk ITB atau STT Telkom walaupun pada akhirnya ga kesampean dan aku pulang ke Jakarta untuk masuk UI, setelah test di terima di UI tapi eksakta, karena gonjang ganjing politik saya sering ga masuk kuliah sering demo ke Istana, DPR dan ikut gerakan dan Seminar-Seminar akhirnya kuliahku hancur dan aku putusinmasuk politik dan selama kuliah politik saya menjadi mahasiswa yang cemerlang dan selalu dapat IPK cum Laude dan selama mahasiswa aktif penelitian dan organisasi dikampus dan bisa dalam satu periode memegang 4 organisasi dan tidak lebih dari 10 kali ga masuk kelas selama menjadi mahasiwa yang tidak seperti kenyakan teman-teman yang bis puluhan kali. Saya termasuk yang beruntung bisa lulus 3,5 tahun yang bisanya normal 4 tahun malah dari beberapa teman bida lulus 5, 6 tujuh tahun.

Iseng-isen berhadiah saya coba melamar beasiswa saya keterima di salah satu universitas bergensi dunia dan merupakan universitas no satu di talia Universitas Degli Studio Di roma, La sapienza, dan selulusnya saya jadi asisten dosen dan aktif ikut meneliti dan kemudian akhirnya diangkat jadi dosen, suatu kebanggaan bisa menjadi dosen paling muda, dan kadang-kdang teman-teman senior saya yang sejawat berapa umum kamu sahruddin, saya jawan 26 pak, kamu hebat saya, sedikit narsis umurmu masih mudah, ya kebiasaan mereka umurnya ditas 4o tahun tapi kalo saya dikampus bergaul sama yang dosen-dosen muda yang umurnya diatas 35 tahun dibawah 40 tahun.

Ya masih muda lah walaupun jadi dosen lebih banyak pengabdian dari pada duitnya, eh jangan mata duitan dong, pikiran pengabdian dan masa depan bangsa.

Itulah kisah singkat dari seseorang yang memang berbeda dari teman-temanya yang alhamdulillah banyak sekolah formal. Terakhir ketemu sama teman-teman adalahsekitar dua tahun lalu sebelum saya pergi ke eropa untuk meniti masa depan yang lebih cerah. Mereka semua rata-rata sudah nikah dan ada yang baru dan ada yang punya anak. Rindu sama mereka, rindu akan waktu masa kecil ketiak sekolah dan bermain bersama mereka, eh ternyata sekrang sudah sama-sama dewasa dan berjuang untuk menghadapi kehidupan yang semakin berat demi sesuap berlian kata pak reuspationo seorang dosen hubungan international.

Singkat cerita sampailah di tempat tujuan yang bernama BTM kebetulan mereka tinggal di daerah ciapus jadi pas untuk tempat janjian di BTM ( yang dulu kalo saya ga salah bekas bioskop yang udah usang dan runtuh), tempat itu seperti biasa haru minggu banyak di jejeli orang muda-mudi yang menunggu sang kekasih untuk ketemu atau sekedar jalan-jalan dihari minggu dan nyari cewek dan cowok bagi mereka yang punya maksud demikian. Tapi kedatanganku kali ini sekali lagi bukan untuk nyari cewek dan main-main, sesampainya saya di BTM say langsung ke lantai 3 untuk cuci muka, dan kemudian turun ke bawah ke pintu gerbang untuk nunggu teman yang ditunggu yang janjiannya jam 8 tapi sudah jam 8 lewat teman yang dimaksud belum dtang dan belekangan dia sms ga jadi datang. Ya ga jadi ketemu, itu kata-kata yang keluar dari mulutku, aku datang dari jauh demi sebuah kerinduan pada teman sejawat akhirnya ga kesampaian.

Tapi ternyata ada hal dimana sebuah kisah yang indah bermula tapi berakhir dengan kondisi yang membuat dada jadi sesak, yang membuat selesa makan jadi hilang yang membuat mata jadi menangis dan membuat hidup tidak bergairah.

Hal ini bermula saya peremuan seorang laku-laku yang mengaku pada awalnya bernama har dengan seorang gadis nan cantik jelita yang beda dipandang mata, tidak seperti gadis kebanyakan, dia begitu memberikan pesona berbeda pahadal di sekitar situ ada banyak gadis, pertemuan itu adalah pertemuan yang tidak disengaja hanya merupakan kreasi dari tuhan yang maha pencipta yang akan selalu mempertemukan hambanya kalau dia menghendaki. Gadis itu pakai baju putih tangan panjang rambutnya terurai berdiri sambil menunggu seseorang yang diharapkan datang, kelihatannya sedangmenunggu cowoknya dalam pikirku, ga enak aha di ganggu entar cowoknya datang kita malau , hal itu yang terlintas dalam benakku, tapi saya juga lagi nunggu tapi nunggu teman. Dan banyak orang juga yang lagi nunggu tapi mungkin mereka nunggu cewek atau cowoknya, beruntung ya meraka itu yang selalu terlintas dalam benak, tidak seperti saya yang tidak dikarunia fisik yang bagus tapi saya bersukur alloh masih memberikan anugrah yang lain. Mereka punya pacar saya tidak. Itulah gmbaran yang ada dalam benak sama orang-orang yangduduk di depan BTM,

kebetulan malam minggu, kata orang malam yang panjang, dimana panjangnya ya bagi saya sama aja, malam minggu paling di isi dengan nonton sendiri atau kerumah mamak/nantulang untuk sekdar melepas kerinduan dan sekali-kali makan berhubung selama ini ya makan jauh dari beres. Bagi sayamalam minggu tidak beda begitu juga hari minggu paling nguci dan tidur sore jogging. Ya begitu lah setelah itu esoknya senin lagi, kembali ke rutinitas, kalau orang mengatakan I don’t like Monday bagi saya biasa aja, ga ada yang beda ga ada yang susah. Ini sudah merupakan squence of time yang baik bagi manusia dan aturan allah.

Malam minggu itu gadis itu berdiri disampingku dia sendiri dan saya sendiri dan saya beranikan ngomong mulau dari nunggu pacarnya ya embak, dan lain-lain eh ternyata katanya dia nunggu seseorang teman dari cibinong, pembicaraan berlanjut walupun jarak yang agak jauh dan sama-sama malu, eh ternyata katanya temannya ga bisa datang hujan di cibinong itu kalimat sms yang ada di hpnya.

Saya berpikir, teman saya ga datang, temannya juga ga datang, dasar lelaki buaya dan kucing garong saya memberanikan ngomong untuk ngajak jalan-jalan. Eh dan ternyata dia mau dan kita kemana kata erserah kamu itu yang biasa meluncur dari mulutku karena saya anggap dia berhak menentukan karena dia sudah mau jalan-jalan dengan saya. Sicewek ini bilang ke atas aja ke foodcourt, oke saya bilang dan kayaknya udah tutup terus turun lagi ke bawah keluar dari BTM dan saya tawarin minum dia mau kita minum the botol, nikmat rasanya, akhir tenggorokan saya di aliri oleh air setelah mulai dari magrib belum setetes pun air masuk. Awalnya saya ajak jalan ke arah merdeka tapi ternyata dia ga mau dan katanya ke arah robinson aja, saya turuti, belakangan saya tau namaya ria namanya yang indah dan cantik secantik orangnya, kita jalan sambil ngomong apa ajam, biasa pertemuan pertama pasti nanya-nanya yang umum tinggal dimana, sekolah dimana dan ga lupa yang terakhir nanya udah punya pacar belum, betapa senangnya saya dia mengatakan belum punya pacar.

Gadis cantik dan baik hati belum punya pacar, masak sih seperti biasa kucing garong (apasih maksudnya kucing garon), saya akan cukup beruntung klo punya pacar secantik ini dan yang tidak kalah orangnya baik bangat and beda deh, pokoknya beda deh dari cewek lain, makanya saya ajak dia untuk ketemuan besoknya, kan belum punya pacar, ya ga apa-apa dong, namanya juga anak muda walapun saya sebenarnya pemalu dan jarang melakukan hal yang seperti itu, dan kalau ketemu cewek ga berani ngomong biasanya.

Karena udah jam sembilan malam dia minta pulang, ah dia mah cewek baik-baik, ga biasanya cewek minta pulang sepagi ini padahal kan kata orang malam minggu malam yang panjang maka tidak jarang muda-mudi kalau malam minggu jalan sampai tengah malam ga peduli mereka apakah orang tua si cewek ga khawatir sama gadisnya. Yang ini mah beda jam segini udah mau pulang, bagus lah model dan sifat seperti ini yang saya suka, bukan cewek yang sering gentangan, itu yang terlintas dalam pikiran si cowok yang pada saat itu dia belum malang.

Dia pulang terus saya ikutin seolah tidak mau pisah walaupun baru pertemuan pertama, si cantik terus memaksa supaya saya jangan ngikuti dia lagi, rumahnya dekat sini, tapi dengan berat hari ada semacam magnet yang mengalir dalam hari ini ingin selalu mengukitinya, walapun kemudian si cowok sadar kalau itu ga boleh wong baru kenal, akhirnya dengan janji ditangan akan ketemu besok dengan harapan bisa bicara banyak dengan cewek cantik yang belum banyak di kenal. Dia pergi menuju rumahnya saya pergi menuju peraduan yang entah berapa puluh kilometer lagi supaya segera bisa merebahkan badan menggapai mimpi indah bersamanya dan kenyataan yang lain akan bertemu esoknya.

Karena malam udah semakin larut kreta terakhir tujuan Jakarta sudah memasuki kandangnya dan tidak akan mengantar penumpang seperti biasa lagi karena udah larut malam, para kernet dan masinis udah istirahat setelah menjalankan kreta seharian. Stasiun sudah tutup dan hanya beberapa orang anak jalanan yang tetap asik bermain distasiun karena memang itu yang menjadi tempat terakhirnya untuk istirahat dikala hari mulau larut malam.

Harapan akan sampai dengan cepat dijakarta tinggal sirna, tapi si cowok tidak menyesal karena dia membawa kenangan, bayangan dari seorang cewek yangmasih belum tau banyak tentangnya, semua harapan akan cepat sampai Jakarta, kelelahan hilang begitu saja, yang adalah bahwa adanya senyum yang tidak disengaja dan timbul sendiri dalam diri cowok tersebut. Sepanjang perjalanan dia mengingat wajah cantik sicewek, tingkah polos yang memukau dan belum pernah seumur hidup dia jumpai dalam hidupnya, angkot dari bogor mulai sampai ke bojong gede dan kemudian sampai di tempat dimana kita merasa menjadi raja dan bisa berbuat semaunya, rumah kita adalah surga kita, tempat dimana kita untuk merasa bebas untuk berbuat walaupun dari segi fisik kurang bagus tapi kita akan merasa this is my paradise.

Karena malam udah larut sesampainya di rumah yang kalau dihitung-hitung bisa 4 smapi 5 kali lipat waktu tempuh naik kreta dengan angkot. Capek tapi ada rasa senang ada perasaan beda karena ada secerca harapan yang timbul dalam hati ini. Saya tidur langsung untuk menyimpan dan memulihkan energi yang terkuras dalam perjalanan untuk ketemuan besoknya. Sampai pagi saya tidur pulas dan setelah saya bangun saya beres-beres rumah dan seperti biasa karena mau ketemu seseorang yang bagi saya cukup spesial maka saya menggosok pakean malum anak kost ga pernah gosok pakean dalam jumlah yang banya jadi ga ada stock pakean yang siap pake dalam kondisi rapi. Saya colokin setrika dengan maksud untuk nyetrika pakean yang akan di persiapkan, saya begitu semangat untuk menyetrika, harus rapi ni itu yang terlintas dalam bayangan sicowok. Selesai nyetrika istirahat sebentar eh tiba-tiba ada sms yang bagi saya ini nomor baru yang belum ke save di hp saya, eh ternyata dari sicantik yang ketemu saya yang tadi malam, eh ternyata hari ini ga jadi ketemu karena dia katanya mau Bantu saudara untuk pindahan, ah ga masalah ah itu yang timbul dalam hatiku sesaat saya menerima sms tersebut walaupun ada harapan yang besar untuk ketemuan dengan si cantik. Dia baik ya orangnya Bantu saudara, pindahan kan biasa yang berat-berat kok bisa ikut ya dia kan cewek, yang pasti dia ikut berpartisipasi walapun dia ga bisa maksimal, ya baguslah.

Si cowok menghabiskan hari minggunya sendirian di rumahnya (tepatnya di kostnya), hari yang begitu lama terasa karena hampir tidak ada yang beda dengan hari-hari yang lain yang cukup membosankan, teman main satu-satunya (laptop kesayangan) lagi ga minat, boring, ya terpaksa melewatkan hari minggu dengan rutinitas yang ga produktif dan ga penting, tidur-tiduran, santai, nyuci ya begitulah.

Hari minggu berlanjut begitu saja, sore harinya si cowok kembali menyapa si cewek apakah bantuin saudaranya udah selesai dengan harapan sms yang di kirim adalah semacam penghibur kalau dia sedang kecapeaan, tapi ternyata dia ga jadi bantuin saudara karena ga jadi pindah, ya ga apalah.

Hari-hari berlalu saya sering sms an dengan si cewek, sekedar say hallo, udah makan belum, udah sholat belum, socowok tidak tahu apakah yang di ucapkan itu sekedar basa basi atau ada maksud lan dibalik itu semua. Yang pasti hari-hari berlalu dengan saling sapa melalui sms dan telephone, yang tidak lupa dari selama seminggu pertama setelah ketemuan adalah bikin janji kapan si cowok bisa ketemu kembali dengan si cewek. Akhirnya tersebutlah nama hari dan waktu kapan si cantik dan si--- akan ketemu. Hari ini bernama jumat malam tepatnya jam tujuhan (29 Oktober 2007). Hari jumat berlalu seperti biasa, saya ke tempat dimana saya ngamen dan sholat jumat juga disana, dan sewaktu sholat jumat saya di sapa sicantik, tadi sholat ya, jadikan ketemuannya nanti, yang pasti saya jawab iya, kita pasti ketemuan nanti, karena saya juga pingin bangat ketemu.

Saya pulang lebih awal dari biasa kerumah untuk siap-siap mau ketemu cewek cantik yang ketemu minggu yang lalu. Saya siap-siap seperti biasa mandi, nyetrika pakaian, karena pakean ngamen beda dengan pakean ketemu cewek, pakean ngamen akan kelihatan lebih tua karena harus pake pantopel (kulit) pake kemeja dan kadang-kadang pake celana bahan kata orang walaupun kadang-kadangsaya pake celana jeans karena terlalu tua pake celana bahan mending celena jeans jadi ga ketuaan kelihatan dan lagian lebih trendy kelihatan dan hanya waktu-waktu tertentu ngamen yang pake celana bahan kalau lagi ketemu bos preman ngamen harus sedikit rapi maklum yunior harus ngormatin senior.

Hari jumat itu udah menjelang sore saya harus buru-buru kestasiun klo ga saya akan terlambat dan saya ga boleh terlambat, kan mau ketemu putri yang cantik. Saya berangkat ke bogor naik kereta sore, kreta yang penuh sesak dijejali penumpang yang pulang kerja, seperti biasa di sore hari arus penumpang dari Jakarta ke bogor akan tumpah ruah di kreta disamping murah, tapi paling cepat dan mudah. Kreta terus berjalan di tengah kepenatan dan penumpang yang berdesakan. Akhirnya saya sampai juga di bogor, udara yang sejuk langsung menghinggapi setiap orang yang semua dengan segera ergegas pulangmenuju rumahnya masing-masing, setelah seharian bekerja ditempat yang jauh. Saya berbeda dengan mereka yang pulang menuju kerumah tapi saya menuju tempat yang dimana saya kemarin ketemu dengan cewek cantik. BTM tempat paling berkesan dan mengesankan dan akan selalu kukenang, tempat dimana pertama kali ketemu dengan bidadari yang cantik jelita, hari ini si cowok kembali menuju BTM tempat mereka janjian untuk ketemu. Seperti janji saya dari awal si cewek ga usah dating duluan ke BTM biar ga nunggu dan biar ga di goda in cowok lain, rasanya ga tega ah kalo di goda in cowok lain. Makanya si cewek akan datang ke BTM kalau saya udah di sana jadi langsung ketemu ama saya dan tidak akan ada cowok lain menggoda, rasanya ga rela lah.

Seperti biasa sesampainya si cowok di BTM dia langsung menelpon si cewek untuk siap-siap menuju ke BTM dan sicowok bergegas ke lantai tiga tempat di mana ada Musholla kecil untuk sholat magrib maklum ga sempat selama diperjalanan dan waktunya semakinmepet harus cepar-cepat ni, ntar waktunya habis.

Selesai sholat si cowok menunggu sicewek di depan pintu masuk BTM dan menunggu si cewek, tidak berapa lama kemudian si cewek datang dengan begitu anggun cantik dengan kaus coklat tua, lebih cantik dari yang kemarin pertama keemu, terus kita mau kemana ni, akhirnya dia bilang kita ke foodcourt aja, ya maklum udah malam pas cocok buat makan malam dan biar lebih bebas dan leluasa ngomong. Kita menuju keatas seperti biasa dia nanya mau makan apa, saya bilang makan apa aja, apa yang kamu suka terserah, itu lah kata-kata yang selalu melunjur dari bibirku. Di foodcort ada tempat yang view nya bagus, pemandanannya bagus tepatnya di luar langsung kelihatan lampu-lampu dan arahnya menu gunung salah. Tapi penuh, seperti biasa banyak di jejali orang-orang yang makan bersama kekasih dan keluarga, mungkinorang mencari suasana spesial untuk lebih menungkan rasa kasih mereka kepada iorang yang mereka cintai setelah hampir seminggu dihadapkan dengan hal-hal yang biasa-bisa saja, suasana yang biasa.

Kita akhirnya makan didalam aja saja, dia akhirnya mesan nasi goring, ya saya juga sudah lapar karena saya sedang puasa syawal. Jadi lapar dan susananya enak dan enak untuk ngomong, percakapan mengalir begitu saja, saya bercerita tentang diri saya, keluarga saya dan dia juga bercerita entang keluarganya dan dirinya, yang akhirnya saya lebih banyak tau tentangnya, tapi yang pasti selama kita ngomong panjang lebar dia sering nerima sms dari luar saya ga tau siapa. Saya nanya dari siapa ntar ada yang marah ga kalo kita ketemuan. Dianya udah tidur baru sms saya.

O dia udah punya cowok ya, dalam hatiku kemarin-kemarin perasaan dia bilang belum punya cowok, seketika itu juga saya merasa bahwa pertemuanku hari minggu yang lalu adalah merupakan yang seharusnya tidak terjadi walapun pada satu sisi aku senang karena kenal dengan dia yang begitu cantik dan baik menurut aku. Tapi aku pura-pura saja santai seolah-olah tidak ada apa-apa, harapan ingin memiliki musnah walapun masih mungkin.

Selesai makan kita beranjak keluar BTM, betapa bangganya rasanya berjalan berdua dengan sicantik tanpa ingat kalau dia sudah ada yang punya. Percakapan berlanjut kita kemana ya, seperti biasa dia nanya terserah ya erserah kamu kemana kamu yang punya bogor saya timpalin ngomongnya kamu yang elbih tau tentang bogor dan saya ngikutin aja. Saya begitu menaruh rasa hormat apapun yang dia minta dan kemana pun saya akan ikuti, itu yang terlintas dalam pikiranku yang penting dia senang.

Gimana kalau kita ke ke jambu dua dan setelah itu balik, saya ikutin apa kehendak dia dan kita pun naik angkot saya lupa tepatnya nomor berapa dan selama dalam perjalanan kita ngomong-ngomong, eh katanya sekalian lihatin sekolahan udah lama ni ga lewat SMKN 3, kebetulan angkot yang kita lewati lewat sekolah tersebut, Angkot meluncur ke jambu dua dan sesampainya dijambu dua kita naik lagi langsung angkot yang ke arah BTM begitu singkat dan sementara walau hati pingin merasa lebih lama, setelah itu langsung pulang, saya di suruh langsung pulang ke Jakarta, tapi saya ga mau rasa kangen ini tetap memberontak tdak mau lepas dari dekat sicantik, dia bagaikan magnet bagi saya sehingga selalu ada daya tarik dan tidak mau lepas, dengan sedikit terpaksa saya menuju rumahnya untuk menemani dan tau rumahnya, dia katanya malu bagi saya tidak akan memandang orang dari materi tapi dari hatinya, materi tidaklah kekal wajah bisa berobah seketika jadi jelek dan akan mengalami masa tua tapi hati akan tetap bertahan apabila tetap tertempa kebaikan.

Sampilah saya di depan rumahnya, rumah yang indah sejuk dan dikelilingi rumah saudara, sungguh nikmat hidup seperti ini, bisa berbagi susah dan senang dengan tetangga yang kebetulan masih saudara, saya ga masuk kerumah hanya menunggu di luar dan dia yang baik hati menyuguhi saya dengan air yang begitu nikmat bagi saya tidak perlu harus disuguhi maca-macam yang penting keikhlasan dan rona orang yang melayilah yang lebih penting apagunanya kita masuk rumah mewh dengan hidangan tamu yang enak tapi dengan muka masam kan ga enak. Ini kebalikannya, hiduplah yang menempa kita, hiduplah yang akan mendewasakan kita tergantung bagaimana kita menjalaninya.

Saya terus ngomong, duduk dengannya dan seolah saya tidak mau beranjak dati tempat duduk walau jam udah lebih dari setengah sembilan, ah udah tanggung ah saya mengulur-ulur waktu sedikit-demi sedikit entar ya-entar ya pulangnya seolah tidak mau berpisah. Dlam hati saya tanggung kalau terlalu cepat beranjak dari tempat duduk ini karena kreta juga sudah ga ada yang ada pasti naik angkot lagi ke Jakarta. Walaupun beberapa menit kemudia saya harus beranjak, ga enak lah dia udah mau tidur kok saya ngeyel dan ga mau pulang juga. Akhirnya saya pamit seperti biasa dengan rasa yang masih kangen saya jabat tangannya dan saya cium tangannya untuk kembali berpisah.

Saya pulang naing angkot kembali dengan bayangan yang belum sirna bahwa saya baru bertemu cewek cantik yang menggetarkan hati. Sayang dia udah punya cowok, beruntung ya cowok yang memilikinya dia begitu berbeda dengan cewek lain, mungkin kalau saya ngomong ke cowok lain apanya yang beda, dia berbeda coba lihat mukanya enak dipandang dan menyejukkan belum lagi tutur kata dan sifatnya yang pemaaf dan yang kuat dia itu ga pernah marah lo, sungguh beruntung dan damailah dunia apabila dipenuhi cewek-cewek seperti itu, tidak ada perceraian, rumah berantakan. Itu yang terlintas dalam hatiku sambil membayangkan bagaimana ya nanti jodohku, keluargaku, bagaimana nanti ibu dari anak-anakku. Aku sadar aku berasal dari keluarga yang keras dalam prinsip dan orangtuaku menempa kami dengan keras dan belum lagi adat dan kebiasaan yang sangat tertutup yang praktis saya sendiri jarang ngomong dengan orang tua walapun duduk berdekatan. Itulah kondisi social yang kebanyakan ada dalam keluarga di daerah saya, saya ingin seperti keluarga yang terbuka, bisa ngomong bebas dengan bapak dan ibu, itulah impian keluargaku nanti, perempuan yang hangat dimata anak-anakku, bayangan itu kemudian sirna.

Seperti biasa sesampainya dirumah setelah naik angkot yang melelahkan saya langsung tidur, saya memberikan kesempatan untuk mata ini yang dalam beberapa hari ini mendapatkan jatah yang kurang dan semestinya, karena beberapa hari ini begitu banyak kerjaan yang menumpuk dandeadline, ya itulah kerjaan pengamen dan satu hal yang selalu saya hindari jangan jadi pelacur intelektual kata pak syaifudin, senior saya yang begitu dekat dengan saya yang membimbin saya selalu. Jangan menyelahgunakan pendidikan dan kepintaran untuk mencari duit dari yang anggak benar dan berlaku baik selalu itu lebih baik untuk hidup ini.

Pagi sudah menampakkan diri saya bangun, sabtu hari yang tidak menyibukkan dan tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan hanya sekedar rutinitas rumah tangga, layaknya seperti sebuah keluarga, masak, nyuci, mebersihkan rumah dan lain-lainya. Dan yang tidak lupa adalah meng sms si cantik yang jauh di kota lain tapi selalu dekat dihati bahkan selalu menggetarkan hati. Sabtu sore itu tiba tiba ada sms masuk kayaknya dari sicantik seperti biasa saya selalu menantikan sms darinya berupa nasehat, say hallo/ass dan everything that made my heart be happy lah. Tapi ternyata sms kali ini berbeda sms seperti ini har seperti biasa pada awalnya dia manggil saya hari sebelum dia tau nama saya yang sebenarnya walaupun nama haru juga bagian dari nama saya yang sebenarnya dan beberapa teman saya manggil saya hari.

Smsnya seperti ini har ntar mulai magrib jangan dulu sms ya cowok saya mau dating, dan sms itu sampai sekarang masih saya simpan di hp saya seperti biasa sms yang penting selalu saya simpan bahkan bertahun tahun, saying hp sya yang dulu hilang yang banyak kenangan termasuk ketika terakhir-akhir ketika ibu saya sms dan dia dalam kondisi penyakit berat dan dia selalu mengatakan dia sudah sehat dan selalu menyembunyikan penyakitnya, dia saying sama saya karena saya beribu-ribu kilometer jauhnya dari saya, ibu saya yang mebanggakan dan bangga sekali mulai dari saya menjadi mahasiswa terbaik lulusan fisip (fakultas) saya dibeliin hp saya mau dan ketika saya mendapat beasiswa untuk kuliah di eropa untuk S2 (master) saya, dia begitu bangga dan kenangan indah itu ada di hp yang hilang, kaa-kata terakhir yang tdak akan pernah tertulis lagi tidak dating karena dia sudah pulang menghadap penciptanya. Saya yang ga punya kesempatan untuk melihat dia terakhir kali karena saya yang belajar begitu jauh dan ini untuk membuktikan kalau saya anakmu yang sebenarnya. Selamat jalan ibuku.

Kembali ke masalah hp dan sms yang tetap saya simpan sebagai kenangan, sms itu begitu menyentak hatiku tidak seperti biasa sms yang di kirim kesaya yang berupa nasehat, say hello and berbagi rasa, hari itu smsnya menyentak hatiku berdebar kencang dan membuat perutku sakit akibat dahsatnya pengaruh psikologis dari sms itu, saya egois tidak mau sadar tidak ada yang itimewa dan beda dari sms itu.

Saya yang ga mau sadar diakan udah punya cowok wajar dong, apa urusannya dengan kamu. Itu tidak hadir pada saat itu. Perut sakit dan mulas apa hubungannya dengan sms,;;;; saya langsung teringat kejadian-kejadian persidangan masalah korupsi, kalau pejabat sudah didakwa dan menjadi tersakka korupsi maka dengan seketika ada hal-hal yang aneh terjadi. Si pejabat yang segar bugar pada awalnya ketika menjabat dan bebas dari penyakit bisa sakit perut dan mulas ketika dihapapkan ke persidangan, kadang orang tidak ercaya seolah-olah si pejabat ngeles dan cari cari alas an dengan megatakan sakit perut ketika dihadapkan pada persidangan. Sakit perut tadi segar bugar kata orang awan.

Saya termasuk orang yang memahami hal itu, karena saya merasakan itu, tekanan psikologis bisa membuat orang sakit perut dan itu pula yang bikin si koruptor jadi sakit perut karena dia membayankan kondisi yang berbeda dengan kehidupan dia sebelumnya kalau dia sampai masuk penjara, sementara sebelumnya dia hidup enak.

Kenapa saya membandingkan dua hal ini, tentu saya bukan koruptor dan bukan penjahat tapi bisa deng di bilang koruptor, ngambil kekasih orang yang udah jadi milik orang, udah tau milik orang tapi kok ngotot mau memiliki. Sama kali ya namanya koruptor juga, eh ngekantur.

Oia ya (tulisan ini sebelumya popular dengan iya tapi setelah ada kata-kata yang sama dari orang lain jadi berubah oia), malam minggu sendirian dan saya kerumah saudara dan nunggu jam 11 supaya boleh sms orsekedar nelpon. Akhirnya waktu menunjukkan jam 11 malam waktunya untuk sms sekedar say hallo/ass dan Tanya bagiamana datingnya, eh ternyata si cantik udah tidur katanya udah tidur jam dari jam 10 an. Ya udah kita sama-sama tidurdah.

Hari berlalu setia harinya dan tradisi saling sapa dan sms terus berlanjut dan yang tidak kalah adalah perasaan dihati semakin hari semakin memuncak dan tidak dapat dibendung lagi, pesona si cantik tmbah susah hilang dari bayangan si cowok setiap hari dan dia begitu tersiksa dan selalu di hinggapi rasa kangen tiap hati, dalam hati terasa ada yang kurang dan selalu bergetar. Kadng pingin nangis tapi susah dan selalu saja tersenyum-senyum sendiri dikala mengingat betapa cantiknya wajahmu, indahnya senyummu, sayunya matamu dan pesonamu yang selalu mengingat hati wajahnu yang menyejukkan dan pandanganmu yang meluluhkan hati yang keras, selalu ingin disampingmu dan merasa bahagia bersamamu. Harapku selalu begitu.

Hubungan kita dari hari semakin hari semakin dekat dan semakin mesra dan kita sama-sama tau dan saya sadar posisimu dan kamu dalam posisi terjepit saya kasihan lihat kamu, saya yang egois membuat kamu berada pada posisi yang susah. Sms selalu saja berbalasan diantara dua insan yang menurut saya sama-sama suka walaupun kamu tidak perbah mengatakan itu dan terakhir kamu terus terang ga punya perasaan ke saya. Tapi awalnya saya berpikir kamu juga punya perasaan kesaya, tapi yang jelas pejuang ini sungguh punya perasaan yang begitu dahsat ke kamu.

Hari minggu terus berlanjut dan seperti biasa si cantik kalau mau ketemu cowoknya dia ngasih sms ke saya supaya jangan di sms dan walapun sempat ketahuan tapi sicantik ngasih alasan salah sambung. Seperti biasa sms yang memberitahukan jangan sms dulu membuat badanku langsung drop/jatuh, lemas dan pada saat itu saya menyadari kamu bukan lah milikku yang seutuhnya dan saya hanya berusaha mendapat cintamu walau hanya yang kedua (seperti laginya lagunya astrid, jadikan aku yang kedua, itu sudah merupakan penghargaan bagi saya dan saya akan sabar untuk menunggu untuk menjadi yang pertama, itulah egoisnya saya tanpa memperhatikan bahwa akan ada orang yang terluka di atas kebahagiaan kita) saya sungguh egois dan tidak berperikemanusiaan ga patuh sama…..

Dua hari sebelum hari minggu tepatnya malam sabtu dan malam minggu diatas jam dua belas malam saya nelpon si cantik karena ada free talk maka tidak aku sia-siakan kalau pun besoknya kita ketemu, saya ngomong sampai-sampai ga kerasa ayam pagi udah berkokok dan azan subuh udah berkumandang.

Karena udah kepagian nanti si cantik ga tidur lagi ntar pagi mau ketemuan eh saya akhirin aja ngomongnya.

Seperti biasa paginnya ( 4 nopember 2007), saya siap-siap untuk ketemuan di BTM dan hari itu saya dating lebih cepat jam 11 dan saya segera menelpon dia, dan dia dating dengan pakai kaus orange sungguh terang menyala dan kelihatan indah wlaupun hitam tapi hitam manis dan auranya keluar dari tubuhnya, kita akhirnya pergi jalan-jalan kekebun raya. Sebelumnya kita beli sekedar makanan dan minuman kecil ke robinson, saya gak mau si cantik ini nanti kehausan dan lapar makanya saya bela-belain untuk beli makanan.

Di kebun raya kita susah cari tempat duduk maklum hari minggu banyak di kunjungi orang-orang yang sekedar untuk menghilangkan kepenatan dan untuk pacaran dengan sang kekasih. Beda dengan saya yang tidak jelas, apa pacaran apa yang lain. Pinginnya sih ia tapi apa hendak dikata….

Akhirnya setelah mutar dan jalan yang lama kita menemukan tempat duduk yang kosong dan di depannya ada ibu-ibu yang bercengkrama dengan asiknya, kumpulan para ibu-ibu biasa bergisip seputar tidak jauh dari urusan rumah tangga.

Sicantik banyak ketawa dan saya juga karena dikit-dikit saya juga ngerti kalaupun ngomong sunda, itulah waktu pertama kali khas senyuman si cantik keluar dan lebih rilek dan santai karena waktu yang lebih panjang. Kita begitu akrab dan sambil makan da minuman kecil. Kebetulan saya bawa kamera dan saya ambil beberapa foto dia da vidionya dan samapi sekarang saya simpan dan sering saya lihat karena memberikan kenangan indah dan suka bikin saya jadi kaya orang gila suka, senyum-senyum sendiri. Hari sudah sore dan kita keluar dari kebun raya tapi menjelang pintu gerbang ada hujan yang cukup deras dan kita meneduh di gedung yang di pintu gerbang kebun raya bogor, bersamanya waktu itu seolah –oleh dia miliknya sepenuhnya. Saya tidak rela dia kena angin dan hujan dan aku berusaha untuk melindunginya dan bersamanya waktu itu seolah-oleh posisi saya sama seperti orang lain yang berdua-dua an yang juga neduh di situ, punya pasangan yang benar-benar itu pasangan mereka. Betapa indahnya saat itu, kamu yang saya ……saya tidak sanggup untuk mengemukakannya…

Setelah hujan reda kita pulang untuk cari makan karena udah kita ke BTM untuk cari pecel lele/ayam katany mau makan itu tapi karena belum buka, maka kita cari bakso katanya kamu suka bakso biasalah wanita. Saya turuti dan tidak ada alas an untuk menolakmu dan itu akan kulakukan sampai kamu benci setengah mati sama dan keinginan kamu tidak akan pernah kutolak itu janji saya…

Kita makan bakso dan baksonya yang cukup, kamu senang saya merasa ikut senang, dan setelah itu kita kerumah kamu walaupun kamu selalu nyuruh saya untuk pulang tapi saya tetap ingin bersamamu, ga tau itulah kenyataan. Akhirnya saya kerumah sicantik an saya sebenarnya malu karena saya jarang bertandang kerumah cewek. Tapi yang membuat saya yakin katanya sicantik sudah ngomong sama ibunya dan ibunya pingin kenal, akhirnya bolehlah kerumahnya dalam hatiku, ya sekalian kenal ama keluarganya,

Keluarga yang harmonis dan hangat itu yang tergambar ketika pertama kali saya menginjak rumah tersebut. Dan ternyata hujan yang sore tetap berlanjut dan tida mau berhenti akhirnya saya tetap di rumahnya dan saya sholat di musholla dekat rumahnya.

Suasana yang mengasikkan ketika berbincang –bincang dengan dan merupakan hal yang indah dan aku akan selalu kenang, dan kita banyak ngomong apda saat itu saya merasa lebih dekat denganmu. Malam semakin larut tapi hujan belum berhenti saya merasa ga enak untuk tetap di rumah kamu karena udah agak malam. Akhirnya bapak kamu dating dan saya salam seolah saya merasa orang tua saya juga, tuanya sama seperti bapaknya seketika itu jugasaya ingat orang tua yang udah mau dua tahun ga ketemu dan hanya suara dan sms mereka yang selama ini mengisi hidupku. Eh yang tidak kalah saya ambil beberapa foto di rumah kamu dan kamu, untuk kenang-kenangan kalau saya pulang sekdear untuk mengobati kekangenan yang selalu menghinggapiku dikala kamu jauh.

Dengan terpaksa walapun hujan deras saya harus pulang dan kamu yang cantik bersedia untuk mengantar untuk ke angkot dengan kondisi hujan deras, sementara saya merengek-rengek ga mau berpisah denganmu, sunggug suatu yang luar biasa saya ga mau lepas darimu, kamu meyakinkan saya kalau kita masih akan ketemu dan kamu pulang aja. Akhirnya saya luluh ya kita akan bertemu lagi nanti.

Saya menyebrang ditengah hujan deras dan kamu langsung pergi tanpa melihatku apakah saya udah dapat angkot atau belum saya berdiri ditengah derasnya hujan sementara kamu pergi pakai paying dan saya tetap berdiri menunggu bus arah kestasiun, sicantik hilang dar pandanganku tapi angkotanya belum datang akhirnya saya basah kuyup praktis semua jadi basah dan akhirnya angkot yang ditunggu datang dan melaju menuju stasiun dan distasiun dekat Matahari saya turun dan saya jalan ke pasar anyar dimana angkot menuju bojong gede ada. Aia saya lupa sicantik pergi duluan ga apa kan udah malam dan lagi hujan kan nanti dia sakit ya ga usah ngelihat saya naik angkotlah. Saya dari matahari ke pasar anyar dibawah derasnya hujan. Akhirbnya angkot yang ditunggu sudah tiba dan saya pulang kejakarta dalam kondisi basah kuyu dan badan saya langsung drop, lemas tapi ditengah bayangan indah si cantik. Saya sampai rumah tengah malam dan langsung mandi tengah malam dan minum obat seperti biasa saya langsung kasih tau kalau saya udah sampai rumah biar sicantik ga sakit. Ada barang berharga yang saya bawa yaitu fotonya si cantik.

Foto inilah yang menjadi barang paling berharga dalam hari-hariku dan selalu kulihat setiap saat d laptop rumah pasti ada di screen saver dala bentuk slide show dan di kampus juga ada. Dan kemana mana saya bawa di flashdisk saya. Untuk dibuka kapanpun.

Hari-hari ku berjalan dengan lebih meyakinkan dan di sertai wajahmu dalam bentu digital di setiap komputer yang aku buka,dan hari –hari itu kita selalu smsan da kamu berjanji dan ngasih harapan lebih ke saya bahwa dalam waktu dekat akan ada keputusan ( walapun keputusan itu pada awal nya saya pikuir positif saya belum tahu yang pastikamu suruh saya bersabar, dan saya pasti sabar cantik) belum tahu apa jawabannya.

Minggu berjalan dengan lebih indah dan hatiku tetap bergetar kalau smsmu ada dan mengingat kamu dan senyum dikala melihat fotomu.

Tibalah hari minggu lagi ini merupakan hari minggu kedua kita ketemu tepatnya tanggal 18 nopember 2007 kita janjian lagi untuk ketemu walaupun kamu ga mau ketemu kamu bilang malamnya, kamu katanya kurang sehat tapi saya tetap ingin ketemu akhirnya saya bilang sms tengah malam kalau saya menginginkan ada sms diwaktupagi di hp saya kalau kamu bersedia ketemuan.

Akhirnya pagi yang dinanti telah muncul akhirnya ada sms yang mengatakan kesediaan kamu, dan kita ketemuan lagi di tempat yang sama, dan hari itu kam lebih cantik lagi dari biasanya dan lebih feminim dn itu sangat saya sukai perempuan yang lebih feminim karena pakai rok dan pake baju putih kamu cukup anggun dan dandan kamu beda lebih sedikit dari yang biasa makanya lebih cantik deh, eh akhirnya kita ke kebun raya lagi tempat kedua yang menerikan kenangan indah bersamamu. Kamu di kebun raya beitu manja beda dari biasanya kepada saya, sehingga saya merasa cukup tersanjung, kita memperhatikan sepsang muda-mudi yang duduk di dekat kolam dan kamu bersandar di bahuku begitu bahagia, ingin rasanya hal ini berlangsung selama, damai dunia ini, makanya ga salah dunia ini hanya milik berdua, itu ga bohongan kok itu kenyataan, dia begitu lembut dan ingin rasanya aku dapat melindungi dan membahagiakannya selama itu yang terlintas dalam benakku, dan sicowok megang tangan si cantik sambil mengecupnya sebagai tanda penghargaan dan si cantik merelakannya tanda?…. tidak pernah terjawab sampai suatu akhirnya terjawab….

Pasangan si cantik dan si;;; begitu mesra dan larut dalam kebahagiaan, tapi karena waktu katanya mau pulang cepat akhirnya kita pulang jam 4 tan dan katanya haru pulang cepat ya ga apa-apa, apa sih yang ga saya turutin buat si cantik, walapun rasa kangen itu selalu menghinggapiku. Dia pulang kerumah dengan merasa terpaksa saya juga pulang kerumah.

Saya naik kreta kali ini karena pulang cepat dan kreta lumayan sesak dan penuh karena orang pulang rekreasi dari bogor, dan didalam perjalanan kreta saya tertidur (ceritanya jadi pendek-pendek karena waktunya yang mendesak menulis ini karena di sela-sela ngajar saya dan executive summary danpenelitian yang lain agak ternegkalai, jst intermesso), saya sampai Jakarta tidur dan haru-hari berjalan seperti biasa dan selalu sms an saling mengingatkan dan menasehati apa sudah makan, minum dan udah sholat. Si cantik di sms nya minta di beliin keperluan wanita, iya nanti ya canti itu balasan yang meluncur dari sms ku, saya ga akan nolak. Dan kita udah janjina ketemu minggu depannya lagi katanya boleh deh ketemuan dan beliin ya nanti, soalnya udah habis, ya saya bilang.

Tibalah haru sabtu, mengalir lagi sms jangan dulu sms karena cowok saya bisa jadi datang tapi katanya ga datang sih entar diatas jam11 aja, ya itu sudah sering dan aku selalu nurutin itu. Saya tidur nunggu jam sebelas dan sewaktu menjelang jam sebelas saya kirim sms yang nanya gimana ngedate nya dn masti in ketemuan besok.

Har minggu yang dinanti telah datang dan kita udah janjian untuk keemu waktu itu janjinya mau beli keperluan si cantikdan beli dan milihin jaket buat saya, soalnya saya sering pulang malam jati butuh jaket untuk menjaga kesehatan.

Hari itu tanggal 25 nopember kira-kira setangah 10 kita ketemuan lagi di BTM, dan ria yang cantik ngomong kalau kita akan kerumah uaknya. Oia itu udah di kasih tau kemarinya dan saya katakana saya malu, tapi besoknya pergi juga dan seblum berangkat kita beli buah tangan walau hanya sekedar, oia ke cibereum saya belum tau tempat itu walau sering dengar. Oia sebelumnya ada kejutan yang pada akhirnya menjadi sejarah berharga dan paling memilukan dalam hidupku, si cantik ngomong kalau sms yang tadi malam ketahuan dan bikin hubungan mereka jadi kaco dan si yadi pacarnya marah besar. Tapi si cantik walaupun umurnya masih mudah sunggug perempuan yang luar biasa bisa menjaga emosi dan tinkahnya saya absolutely salut kepadanya semantara saya sangat merasa berdosa.

Angkot meluncur saya lupa nomornya ke arah cibereum dan di sana katanya akan kumpul keluarga wah saya malu ni. Angkot akhirnya sampai di cibereum dan saya mmasuk rumah uaknya, ya uaknya begitu ramah dan ibunya ria dan adek-adek udah disana. Anak-anak yang ramai bikin suasana jadi lebih hidup dan ramai.

Anak si uak paling besar ngomong dengan saya panjang lebar, dan belakangandia katakana kalau istirinya adalah orang batak dan mertua perempuaanya adalah lubis. Dan hari semakin siang yang berkumpul tambah banyak dan kakaknya si rian dan keluarganya ngumpul begitu akrabnya. Anak-anak bermain dan saling becanda.

Waktu makan tiba dan saya makan bersama si cantik dan yang lainnya makan diruang tv dan saya seolahtidak mau pisah dengannya dan ingin selalu bersamanya. Sore semakin berjalan satu persatu orang pulangtapi kita masih di cibereum dan kita berduaan begitu mesra dan saling pengangan tangan, dan sempat uak bilang lampunya di hidupin aja, saya bilang rianya ma tanpa lampu juga kelihatan, sambil becanda (ini bukan semata mata untuk memuji). Tapi saya benar-bernar menemukan kehangatan dalam keluarga ini, keluarga yang indah. Hari sudah mulai magrib dan kita putuskan pulang stelah magrib.

Sewaktu mau pulang saya masih ingat siuak bilang nanti ke sini lagi ya kalau lebaran iduladha iya wak nanti ria yang nentuin, eh ternyata diamnya ria memang merupakan pertanda bahwa selama saya tidak akan bertemu lagi dengan uak dan keluarga yang hangat itu, anak-anak yang periang dan cantik-cantik dan tampan-tampan ada yang tampangnya kayak the a team yang potongan rambutnya saya lupa namanya.

Kita pulang naik angkot danselam diangkot kita bercanda dan saling berpegangan tangan dan sesampainya di bogor kita makan di tempat pecal lele/ayam, saya sungguh senang dan bahgia bisa mensuapin kamu makan dan akan bahagia sekali bisa melakukan itu (bukan untuk memuji diri saya sendiri). Kamu katanya harus pulang karena di tunggu, dan saya belum rela.

Akhirnya kita pulang dengan sambil memaksa sebentar lagi ya pulangnya dan disitu kita ngobrol panjang lebar dan saya nanya ke si cantik, kalo bisa jangan pernah ada keputusan yang mendadak ya, dan si cantik berjanji ga akan dan kamu sabar aja ya, dan saya jawab ia. Malam semakin larut dan saya memang tidak rela untuk berpisah dengannya, walapu harus dan dia tidakmau duduk berdiri aja katanya, saya luluh untuk si cantik.

Saya pulang ke Jakarta naik kreta dan besoknya hari senin dan kita masih sms an katanya mau beresin hubungan dan masalah dengan pacar tercintanya si yadi, ya silakkan saya bilang. Ternyata dia ketemu hari seninnya dan sorenya saya nanya hasilnya, dia ga jawab nanti ana dua minggu lagi ketemu katanya akan di bilangin semua.

Tapi ternyata pagi-pagi hari selasa tepatnya tanggal 27 sekitar jam 8 pagi “hantu” yang paling menakutkan itu akhirnya datang juga, penyataan yang panjang lebar bahwa sicantik ga bisa melanjurkan hubungan ini dan hanya sebagai teman dan selama ini tidak ada perasaan itu dalam hatinya. Saya sadar saya yang lemah ini dalam ujian, saya yang harus ngajar pagi langsung buyar dan ga tenang dan konsen. Perkuliahn terasa hambar, anak-anak jadi heran melihat saya yang kelihatan risau walau saya coba untuk lebih tenang.

Walapun saya sms ke si cantik kalau saya masih bisa berteman dan sms (oia ada yang lupa kalau ternyata selama ini dia masih ragu dan saya di kira bohong akan pernyataanku selama ini, terutama maslah apakah saya udah kerja apa belum walapun sya katakana kita janjina dan kita kekampus dan waktu itu sudah ketemu hari janjina yaitu hari kamis dan kamu akan kujemput di bogor) semua itu kulakukan untuk membuktikan kalau saya ga bohong dan serius.

Akhirnya janjian itu batal secara sepihak dan tidak perlu lagi di buktikan, dan masuk hari rabu, si cantik sms katanya jangan sms dulu ya kalau saya ga sms duluan, kalau saya bilang ya ga apa-apa, saya ngikutin ria aja, dan saya jawab kita akan bicara banyak besok, hari kamis dimana kita mau janjian katanya sekdar untuk mengembalikan kamera saya bilang agak lama ya. Dan dia menyetujuinya.

Pejuang yang jadi pengemis dan akhirnya tidak boleh ngemis juga. Itulah kisah memulikan satu anak manusia, dan melupakan pengalaman berharga dalam hidupnya. Saya kan tetap menunggumu sampai kapanpun kamu mau menerimaku dan aku akan selalu tabah untuk menunggumu. Mendapatkan cintamu yang seutuhnya merupakan anugrah terindah dalam hidupku nanti dan saya mendambahakan itu. Saya tunggu

Kisah ini tidak tau akan seperti apa nanti kelanjutannya……harapannya saya dapat kesempatan suatu hari nanti dan besoknya hari kamis kami akanketemu tepatnya tanggal 29 nopember 2007 dan belum tau apa yang terjadi…

to be continued


kisah ini ternyata tidak berhenti begitu saja karena diantara keduanya atau yang pasti dari si cowok masih memendam cinta yang begitu dahsah, sehingga walapun kata ada kata bahwa si cantik memilih lelaki lain ternyata si cowok pengemis tidak menyerah begitu saja dan berusaha untuk mendapatkan cinta terindahnya dan kalaupun ia harus menunggu dalam waktu yang lama-----

Tidak ada komentar: