Kamis, 04 Oktober 2007

REDEFENISI NASIONALIME

OLEH: SAHRUDDIN LUBIS

Pada waktu bulan agustus menjelang dan sedudah 17 agustus (hari peringatan ulang tahun kemerdekaan republik indonesia) orang akan rame-rame membicarakan nasionalisme. pembiacaraan seputra nasionalisme dan perjuagan rame dibecicarakan ditelevisi dan media cetak, dan tidak ketinggalan juga infotainment rame-rame membicarakan nasionalisme terutama dikalangan artis.
Apa yang terlontar dari mulut mereka ketika ditanya tentang nasionalisme, maka akan banyak yang terlontar dan wujud dari nasionalisme itu macam-macam seperti menyanyikan lagu indonesia raya dan maam-macam. tapi bagi saya itu semua sudah barang lama yang tidak relevant lagi, nasionalisme tidak lagi harus dikait kainkan dengan hal-hal yang sifatnya simbolik dan unmeaningful (tidak berarti apa-apa).
Bagi saya nasionalisme harus di redefenisi, tidak lagi berhubungan dengan hal-hal yang bersifat heroik dan simbolik belaka, kalau ditanya apa yang tahu tentang nasionalisme maka yang terlontar dalam mulut merak bukan yang keluar sekdar sifatnya simbolik atau hal-hal yang tidak substantif, seperti masih bisa nyanyi indonesia raya, mengibarkan bendera pada waktu hari-hari besar. ya itulah pemahaman nasionalisne yang berkembang saat ini dan menjadi pemahaman sebagian besar rakyat indonesia.
Makanya harus ada defenisi baru, pemaknaan baru tentang nasionalisme sehingga lebih produktif dan substantif, sehingga nasionalisme tidak hanya sekedar klise dan kata yang kelihatannya sakral tapi miskin makna dan kenyataan
Tawaran defenisi baru yang akan saya sampaikan disini adalah sangat jauh dari pemaknaan yang pada umumnya dikenal orang tapi saya pikir lebih realistis. Nasionalisme bagi saya adalah tidak korupsi, disiplin, berbuat dan berjuang untuk rakyat dalam konteks memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat dan dalam konteks yang lebih sederhana jangan buang sampah sembarang, tidak merokok sembarang
Inilah arti nasionalisme dn defenisi nasionalisme yang saya tawarkan, ini adalah wujud perjuangan baru mengisi kemerdekaan, tidak korupsi adalah hal yang paling relevant untuk mengkontekskan arti nasionalisme, karena korupsi sudah menjadi penyakit yangkrinis yang ada dinegara kita sekarang, sama dengan imperialisme yang dijalankan oleh penjajah ketika kita masih dalam perjuagan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Tidak korupsi adalah wujud dari bagaimana kemerdekaan benar-benar akan terisi dan dapat dijalankan dengan baik, pembangunan baik pembangunan SDM dan fisik akan berjalan dengan baik kalau korupsi tidak dilakukan para aaparat kita.
Dalam konteks yang lebih sederhana tidak merokok, tidak buang smapah sembaran juga merupakan redefinisi nasionalisme karena dengan tidak merokok dan buang sampah sembarang minimal tidak menyumbang penyakit pada orang lain, yang berefek melemahkan SDM kita, contahnya kalau ada orang merokok se4mbarang maka akan memcipatakan penyakit paru-paru bagi orang lain, TBC dan lain0-lain begitu juga dengan membuang sampah sembarang yang juga mencipatakan penyakit dan menurunkan nilai-nilai estetika.
itulah defenisi sederhana nasionalisme yangh saya tawarkan, yang mnurut saya lebih kontekstual dan relevant untuk saat ini.

Tidak ada komentar: