Selasa, 25 September 2007

MAHKAMAH AGUNG TUNDUKLAH PADA HUKUM

OLEH: SAHRUDDIN LUBIS

akhir-akhir ini ramai berita-berita di media massa baik cetak maupun elektronik seputar konflik antara Mahkamah Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan. hal ini bermula dengan berlarut-larutnya laporan keungan yang tidak kunjung beres di lingkungan Mahkamah Agung sehingga tidak kunjung bisa di audit oleh Badan Pemeriksa Keungan, hal ini memang ironi karena Mahkamah Agung sebagai lembaga pengawal tegaknya hukum justru berbuat yang tidak sesua dengan semangat yang harus dia (lembaga MA) untuk menegakkan hukum dalam hal ini pertangggungjawaban keuangan negara yang ada di MA.
Ketua BPK melaporkan Bagir Manan selaku ketua MA karena tidak kunjung kooperatif dalam hal laporan keuangan yang ada di lembaga yang di bawahinya. BPK yang sudah bebarapa kali mengingatkan ke MA agar dengan segera memberikan laporan keuangan tuidak segera menanggapi hal tersebut.
memang sudah rahasia umum, negara ini sudah sarat dengan ketidakjelasndalam segala hal. termasuk dalam hal laporan pertanggungjawaban keuangan negara, baru-baru ini BPK sebagai auditor ekternal pemerintah memberikan laporan disclimer akan keuangan pemerintah karena tidak dapat mengaudit sumber pendapatan yang berasal dari pajak, hal ini tentu menjadi sangat ironi mengingat pendapatan terbesar negara dari pajak tidak dapat di audit, yangberarti kebocoran keuangan negara tidak dapat diketahui dan di cegah.
kita mafhum dan tau bersama sudah sering bahwa rata-rata 30% setiap tahun uang negara menguap karena penggunaan yangtidak tepat, baik itu yang salah sasaran, double penganggaran dan yang di korupsi dan projek-projek fiktif.
ouang negara masih saja bocor tiap tahun meskipun negara ini mempunyai lembaga pengaudit paling banyak didunia, mulai dari BPK, BPK, Insppektorat Jenderan Bawasda dan lain-lain, begitu banyak lembaga tapi keuangan negara tetap bocor, berarti ada yang something wrong di sini karena tidak mungkin lolos keungan negara dengan begitu banyak lembaga pengaudit, kemungkian besar dan bukan rahasia umum lagi terjadi korupsi berjamaah baik sebagai pengaudit dan yangdiaudit ada main mata dan saling pengertian untuk berbuat KKN.

mental-mental seperti ini sudah merajalela dan mendarah daging di indonesia selama 32 tahun bahkan mungkin smenjak negeri ini merdeka.

maka tidak salah kalau sekiranya BPK harus benar-benar berjuang memperjuangkan kebenaran yang dianggap sebagai kebenaran karena sudah lama hal ini tidak ada yang menggubris, maka sudah sekarang saatnya berbuat keberanan dan jangan pernah takut.

sekaranglah saatnya berbuat, fight againts corruptions

Tidak ada komentar: