Senin, 13 Agustus 2007

SINETRON SAMPAH

Oleh: Sahruddin Lubis
hampir tiap hari kita di suguhi sinetron-sinetron yang kelasnya tak lebih dari sampah yang seharusnya di tempatkan di tong sampah, kenapa mesti di suguhkan kepada masyarakat wong seharusnya berada di tempat yang bauk dan di penuhi dengan lalat-lalat.

makanya tidak salah masyarakat indonesia kebanyakan jadi sampah dan bermental sampah yang sepatutnya di buang ke tempat sampah. coba anda lihat kemuakan yang di pertontonkan di televisi setiap hari oleh artis-artis yang kebanyakan amoral yang hanya mau memikierkan dirinya saja dan materi.


coba anda perhatikan sinetron kita tidak jauh-jauh dari bagaimana gambaran orang kaya yang penuh dengan kewmewahan yang kalau kemana pakai mobil mewah, sebuah keluarga yang di isi oleh seorang bapak pengusaha yang sibuk dengan usahanya dan tidak lupa selingkih dengan perempuan, semenatara istrinya seorang yang hanya memikirkan kemeweqahan dan kerjanya hanya arisan kumpul-kympul dengan tante yang punya hobi yang sama, dan tak ketinggalan di isi oleh anak yang super manja, egois, hedon dan kemana-mana di antar oleh super pribadi dan biasanya punya pergaulan bebas, dan kalau mau apa-apa mintanya ke pembantu dengan nada yang menuruh dan tidak sopan bahkan untuk minum teh, nganngkat telepon tidak di lakukan sendiri dan pasti tidak salah kata-kata yang keluar biiii, biiii kemasna sih lelet amat, budek ya itu ada telepin kok ga diangkat.


sinetron-sinetron seperti inilah yang meracuni otak-otak anak-anak indonesia, ibu-ibu rumah tangga. gambaran yang di tayangkan ditelevisi sangat jauh dari realita kehidupan masyarakat indonesia yang masih sangat miskin. masih ingat dengan release WB baru-baru ini bahwa anga kemiskinan di indonesia yang hanpir dari setengah jumlah penduduk indonesia.

jualan yang di tampilkan di televisi, menjadikan mimpi-mimpi jelek di benak anak-anak dan ibu-ibu, yang kelak akan mewarisi bumi pertiwi ini.


mereka akan terobsesi akan kehidupan sampah yang di tayangkan di televisi, dan pada akhirnya lahirlah gfenerasi sampah


bagaimana dengan artis penyanyi

sama sampahnya bahkan lebih baik, hanya dengan dalih seni semua di halalkan, hal yang sifatnya sangat mengundang sahwat dikatakan seni, lihat saja artis-artis penyanyi dangdut dan aretis yang lain dengan pakaian yang begitu minim dan mencolok di pertontonkan di muka publik, di televisi yang semua orang bisa lihat mulai dari anak ingusan samapi nenek-nenek yang udah peot apa ini yang di sebut dengan seni,

perut, pantat bergoyang kesana sini bahkan ada artis yang sempat maaf BH nya copot dan terlihat sesuatu yang hanya boleh dilihat oleh orang yang memang boleh melihatnya.

CARA PENYELESAINYA
seharusnya di bom aja mereka semua biar tidak ada lagi yang bikin kerusakan di muka bumi. bagusnya kalau lagi artis pada ngumpul semua itu adalah cara yang baik untuk membunuh mereka, bisa saja pada waktu penganugrahan piala biasanya artis semua ngumpul, seharusnya ada yang mau bom sahid untuk mereka semua, karena mereka perusak moral dan kerusakan di muka bumi.


apa iya manjur, dijamin manjur karena tidak ada lagi yang mau jadi artis dan sudah seharunya profesi artis adalah profesi yang kotor dan harus di benci masyarakat. buang aja kelaut cita-cita ibu-ibu yang anaknya mau jadi artis dan orang tenar, kalau ibu sadar sama saja menggiring anak sendiri ke neraka

Tidak ada komentar: